Forced Induction ( turbo, supercharger, Nos) Pada Sepeda Motor Berkubikasi Kecil (250cc kebawah)

Standar

Monkey_record_2

sumber gambar : pianetariders.it

Hah?! Turbo, supercharger, nos? Teknologi yang sering dipakai di mobil mobil sport? Teknologi yang sering muncul di film “Fast and Furious” bisa diaplikasikan ke sepeda motor dengan mesin 250cc kebawah?! Pasti banyak diantara kalian para pembaca yang beranggapan seperti itu. Sebelum membahas lebih jauh, kita harus mengenal apa itu Forced Induction. Nah, Forced Induction ini adalah proses distribusi udara ke yang telah di kompresi ke dalam mesin. Berbeda dengan mesin Natturally Aspirated (NA) yang proses kompresi udara nya hanya dilakukan di ruang pembakaran tetapi pada Forced Induction (FI) juga dilakukan dengan turbin kompresor layak nya turbocharger dan supecharger ataupun penambahan gas Nitrous Oxide seperti pada NOS ( Nitrous Oxide System). Keuntungan nya? Pasti nya mesin kendaraan jadi sangat bertenaga layak nya Dodge Charger milik Dominic Toreto atau mobil sport macam Toyota Supra, Lancer Evo ,Nissan GTR R35 dan sejenis nya.

Kebanyakan sepeda motor dengan kubikasi 250cc kebawah memakai mesin NA, apalagi yang dipasarkan di Indonesia karna sama sekali ga ada manufaktur sepeda motor yang memasarkan motor 250cc kebawah dengan forced induction di negara tercinta ini. Karna itu sistem FI yang akan penulis bahas bukan berkutat pada teknologi bawaan motor melainkan sistem FI yang hanya diraih dengan modifikasi ataupun spare part aftermarket (variasi). Perlu diingat bahwa modifikasi ini perlu perhitungan tepat akan ukuran fisik dan kemampuan spare part ,kalau nggak ya mesin bisa jebol atau kerusakan lain nya. Bengkel yang dapat menangani modifikasi ini pun terbilang jarang, sebagian besar adalah bengkel yang biasa menangani mesin mobil modifikasi dengan teknologi FI.

Supercharger

Asin

sumber gambar : planetminis.com

Prinsip kerja supercharger adalah turbin kompresor yang digerakan oleh putaran mesin. Perangkat ini mempunyai 2 buah puley yang dihubungkan dengan rantai atau sabuk belt. Kedua puley ini berada di ujung kruk as mesin dan ujung as turbin kompresor, sehingga putaran mesin dari kruk as bisa memutar turbin kompresor. Supercharger akan lebih aman dan mudah bila diaplikasikan dengan mesin yang mengusung sistem injeksi bahan bakar, tetapi juga bisa diaplikasi dengan mesin berkarburator. Yaitu dengan sistem sucktrough (udara dari karburator dihisap supercharger) ataupun blowtrough (udara dihembuskan supercharger terlebih dahulu ke karburator). Pengaplikasian suckthrough lebih mudah dan aman, karna sistem blowthrough memerlukan modifikasi pada karburator dan sistem penyaluran bahan bakar.

Supercharger  yang dapat diterapkan di motor 250cc kebawah  adalah supercharger copotan mobil yang memiliki  ukuran yang kecil dan spesifikasi yang cocok. Yang paling terkenal  adalah supercharger Aisin AMR 300 yang merupakan copotan dari kei car nya Subaru. Tentu saja perhitungan yang tepat sangat wajib untuk memilih supercharger yang cocok dengan motor yang akan dimodifikasi. Bukan hanya part copotan mobil aja, tapi juga ada supercharger dari produsen aftermarket yang plug n play untuk beberapa motor. Misal nya supercharger untuk beberapa mesin horizontal motor Honda dari  S-Charger ataupun Daytona.  Menarik nya lagi, beberapa produk Daytona dan S-Charger cocok untuk beberapa motor bebek Honda yang banyak beredar di Indonesia! Yang pasti pemasangan supercharger plug n play lebih mudah dan aman daripada Supercharger copotan mobil.

Turbocharger

image_13450714

sumber gambar : mesinbalap.com

Secara prinsip kerja, turbochager atau yang biasa disingkat turbo ini mirip mirip dengan supercharger. Tetapi beda nya turbin kompresor di turbo digerakin oleh hembusan gas buang mesin bukan puley crankshaft mesin layak nya supercharger. Jadi sebelum menuju ujung knalpot ,gas buang diarahkan untuk menggerakan turbin kompresor terlebih dahulu. Turbocharger sendiri memiliki kinerja baik untuk tarikan di putaran atas, sedangkan Supercharger lebih baik di putaran bawah. Karna itu kebanyakan kendaraan untuk keperluan balap sirkuit mengadopsi turbo, sedangkan untuk dragrace kebanyakan mengadopsi supercharger. Turbo dan Supercharger sama sama bisa dipasang dalam set up sucktrough atau blowthrough. Untuk mesin karburator, pemasangan set up sucktrough lebih mudah dan aman daripada blowthrough.

Menurut sepengatahuan penulis ada 3 model turbo yang paling terkenal untuk dipasang di motor 250cc kebawah yaitu IHI RHB 131, IHI VZ 21 dan Garret GT06. Menurut info yang didapat penulis dari otomotifnet.com, harga IHI VZ21 sekitar Rp. 6 jutaan dan 12,8 juta untuk Garret GT06. Oh iya! Untuk memilih turbo harus berdasarkan perhitungan yang tepat supaya mesin nggak jebol atau mengalami kerusakan lain nya. Jumlah oli mesin pun akan lebih banyak daripada sebelum motor dipasangkan turbo. Karna turbo membutuhkan pelumasan dari oli mesin, berbeda dengan supercharger yang biasa nya memakai oli yang terpisah dari oli mesin.

Nitrous Oxide System (NOS)

maxresdefaulkkt

sumber gambar : youtube.com

Nitrous Oxide System atau yang bisa disingkat dengan NOS adalah sistem forced induction yang berbeda dari supercharger atau turbo, karna proses kompresi bukan melwati turbin kompresor melainkan melalui penambahan gas Nitrous Oxide. Jenis sistem NOS sendiri ada 2, yaitu wet system dan dry system. Wet System ialah sistem yang menginjeksikan gas nitrous oxide dengan campuran sedikit bahan bakar ke dalam mesin, sedangkan dry system hanya menginjeksikan gas nitrous oxide saja. Memilih dan memasang NOS sendiri sangat sangat membutuhkan perhitungan yang tepat, karna sangat mungkin gejala mesin jebol apabila pemilihan dan pemasangan kurang tepat. NOS untuk motor 250cc kebawah sangat jarang didapatkan di toko spare part variasi, tetapi bisa aja didapatkan di situs jual beli on line internasional macam Ebay dan Amazon misal nya.

 

Oh iya! Supaya lebih nendang maka ga ada salah nya mengawinkan dish piston ( piston berpermukaan cekung ) dengan mesin yang sudah di modifikasi untuk forced induction. Mengapa? Karna apabila komponen forced induction sudah terpasang, dapat menambah rasio kompresio mesin standar dengan sangat drastis. Sedangkan dish piston ini mempunyai rasio kompresi yang lebih rendah daripada piston standar karna permukaan nya yang cekung. Kelebihan nya? Ya setingan boost dari turbo atau supercharger dapat ditambahkan ke angka yang lebih besar daripada dengan piston standar tanpa khawatir jebol. Sayang nya piston jenis ini jarang yang cocok ukuran nya untuk motor 250cc kebawah yang dipasarkan di Indonesia.

indesssx

 sumber gambar : summitracing.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s