Ukuran Langkah Piston ( Stroke ). Satu Dari Sekian Banyak Faktor Pembentuk Karakter Mesin!

Standar

ferrari_enzo_red_76868_3840x2400

sumber gambar : supercars.net

Pernah kah kalian berpikir ,kenapa sih mesin Ferrari Enzo (5598cc)  lebih mengeluarkan lebih banyak horsepower daripada Hino Ranger 500 (7684cc)  padahal secara kubikasi Hino Ranger 500 lebih besar? Kenapa sih Chevrolet Camaro 1969 (5736cc) lebih rendah horsepower nya daripada Ferrari F50 (4700cc) ? Kenapa sih Ducati harus menggunakan kubikasi 1200cc untuk superbike 2 silinder nya demi melawan superbike mainstream bermesin 4 silinder 1000cc? Jawaban nya jelas sesuai judul yang akan kita bahas ,yaitu karna perbedaan ukuran langkah piston (stroke) yang mempengaruhi karakter mesin tersebut. Terlepas dari Hino Ranger 500 menggunakan mesin diesel dan Camaro menggunakan sistem OHV , ukuran stroke Ferrari Enzo, Ferrari F50 dan superbike 1000cc 4 silinder yang lebih pendek membuat perbedaan karakter mesin yang lumayan signifikan pada kasus kasus tersebut.

Untuk membahas lebih jauh, kita harus mengetahui dulu apa itu stroke. Stroke yang bukan penyakit masa tua ini adalah istilah lain bagi panjang langkah piston dari TMA (Titik Mati Atas) ke TMB (Titik Mati Bawah) ataupun sebalik nya. Piston sendiri bergerak naik turun berkali kali yang diakibatkan ada nya ledakan dari proses pembakaran bahan bakar di ruang bakar (combustion chamber) yang terus menerus, dan gerakan naik turun piston inilah yang menyebabkan roda bergerak. Nah, dikala piston sudah selesai bergerak naik dan akan bergerak turun ini disebut dengan TMA. Sedangkan dikala piston sudah selesai bergerak turun dan akan bergerak naik disebut TMB.

fig_1_27

sumber gambar : avstop.com

Stroke juga berperan penting dalam ukuran kubikasi mesin. Karna satuan yang dibutuhkan untuk perhitungan kubikasi ialah besar nya diameter bore piston dan panjang stroke piston. Rumus perhitungan nya sendiri sama aja dengan rumus volume tabung yang diajari sejak SD ,yaitu πr^2t. Beda nya r disini diganti dengan jari jari bore dan t diganti dengan panjang stroke. Bore sendiri ditunjukan dalam huruf d dan stroke ditunjukan dengan huruf h pada gambar diatas.

Contoh: Mesin K3VE (Avanza,Xenia,Grandmax) mempunyai diameter bore 72mm dan panjang stroke 79,7mm. Yuk, kita hitung kubikasi nya!

3.14*(72 /2)*(72 /2)*79,7 = 324,33

Nah, angka 324,33 ini adalah kubikasi dari 1 silinder nya mesin K3VE. Tetapi karna mesin K3VE mempunyai 4 silinder, maka angka 324,33cc harus dikalikan angka 4

324,33* 4 = 1297cc ==> dibulatkan menjadi 1300cc

Jadi kubikasi mesin k3ve adalah 1300cc atau lebih tepat nya 1297cc bila tidak dibulatkan.

20111114_NweDaihatsuXenia-09

sumber gambar : autobild.com

Ukuran Bore dan Stroke sendiri juga mempengaruhi karakter mesin. Ada 3 jenis mesin yang dibagi berdasarkan perbedaan desain ukuran bore dan stroke yaitu Overbore, Overstroke dan Square.

  • overstroke : Overstroke ialah jenis mesin yang mempunyai panjang stroke yang lebih besar daripada diameter bore. Cocok untuk kendaraan niaga, kendaraan harian ataupun untuk menelusuri jalur off road.  Tarikan di putaran bawah dan menengah yang mantab ialah kelebihan dari mesin jenis ini. Mesin Overstroke dapat ditemui di Yamaha Jupiter MX, Yamaha Vixion, Honda Cb150r (2015) untuk sepeda motor. Sedangkan pada mobil dapat ditemui di Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Brio, Honda Jazz dan Honda Mobilio.
  • Square : Mesin jenis ini mempunyai diameter bore dan panjang stroke yang sama atau mirip mirip. Tarikan yang merata di semua putaran merupakan kelebihan mesin jenis ini. Mantab untuk motor atau mobil yang digunakan sebagai kendaraan harian. Sepeda motor yang memakai mesin jenis ini ialah Honda Supra Fit, Yamaha Jupiter z, Honda Tiger dan Honda Astrea. Sedangkan untuk mobil diantara nya Toyota Fortuner, Toyota Kijang Innova, Suzuki Carry Futura 1.3 dan Toyota Hiace.
  • overbore ; Overbore ialah jenis mesin yang ukuran diameter bore lebih besar daripada panjang stroke. Jenis mesin ini sangat cocok untuk mobil sport atau motor sport yang dapat digeber sekencang kencang nya di sirkuit. Mesin jenis ini memiliki tarikan yang mantab untuk putaran  atas. Sepeda motor yang memakai mesin jenis ialah Suzuki Satria FU, Kawasaki Ninja 250R, Honda CB 150R (2014) dan Honda CS1. Sedangkan aplikasi untuk mobil diantara nya Ferrari F40, Maserati Quattroporte GTS ,Alfa Romeo Giulia Quadrifoglio dan Ferrari California.

suzuki raider 150 modif.jpg

sumber gambar : otomotiva.blogspot.com

Ukuran stroke yang pendek berguna untuk mendapatkan horsepower yang besar, sedangkan ukuran stroke yang panjang berguna untuk mendapatkan torsi yang besar. Karna itu lah superbike 1000cc 4 silinder lebih besar mengeluarkan  horsepower daripada suzuki carry 1000cc. Tetapi Suzuki Carry 1000cc memiliki tosi yang lebih besar daripada superbike 1000cc 4 silinder (terlepas Carry menerapkan SOHC bukan DOHC layak nya superbike 1000cc 4 silinder). Nah, ukuran stroke yang pendek inilah yang juga diterapkan pada Ferrari F50 dan Ferrari Enzo sehingga mempunyai horsepower yang lebih besar daripada Hino Ranger 500 dan Chevrolet Camaro tahun 1969.

Ukuran stroke yang pendek pun mempunyai kelebihan yaitu penambahan jumlah silinder yang lebih banyak daripada mesin yang mempunyai ukuran stroke yang panjang yang mempunyai kubikasi sama. Tentu nya penambahan silinder ini sangat berpengaruh signifikan dengan penambahan horsepower. Itulah mengapa Ninja 250r (2 silinder) mempunyai horsepower yang lebih besar darioada Ninja 250 mono (single cylinder). Dan Ducati harus memiliki kubikasi 1200cc pada superbike 2 silinder nya demi melawan superbike mainstream bermesin 1000cc 4 silinder.

superbikes-2017

sumber gambar : motorcyclenews.com

 

 

 

 

 

Save

Iklan

Forced Induction ( turbo, supercharger, Nos) Pada Sepeda Motor Berkubikasi Kecil (250cc kebawah)

Standar

Monkey_record_2

sumber gambar : pianetariders.it

Hah?! Turbo, supercharger, nos? Teknologi yang sering dipakai di mobil mobil sport? Teknologi yang sering muncul di film “Fast and Furious” bisa diaplikasikan ke sepeda motor dengan mesin 250cc kebawah?! Pasti banyak diantara kalian para pembaca yang beranggapan seperti itu. Sebelum membahas lebih jauh, kita harus mengenal apa itu Forced Induction. Nah, Forced Induction ini adalah proses distribusi udara ke yang telah di kompresi ke dalam mesin. Berbeda dengan mesin Natturally Aspirated (NA) yang proses kompresi udara nya hanya dilakukan di ruang pembakaran tetapi pada Forced Induction (FI) juga dilakukan dengan turbin kompresor layak nya turbocharger dan supecharger ataupun penambahan gas Nitrous Oxide seperti pada NOS ( Nitrous Oxide System). Keuntungan nya? Pasti nya mesin kendaraan jadi sangat bertenaga layak nya Dodge Charger milik Dominic Toreto atau mobil sport macam Toyota Supra, Lancer Evo ,Nissan GTR R35 dan sejenis nya.

Kebanyakan sepeda motor dengan kubikasi 250cc kebawah memakai mesin NA, apalagi yang dipasarkan di Indonesia karna sama sekali ga ada manufaktur sepeda motor yang memasarkan motor 250cc kebawah dengan forced induction di negara tercinta ini. Karna itu sistem FI yang akan penulis bahas bukan berkutat pada teknologi bawaan motor melainkan sistem FI yang hanya diraih dengan modifikasi ataupun spare part aftermarket (variasi). Perlu diingat bahwa modifikasi ini perlu perhitungan tepat akan ukuran fisik dan kemampuan spare part ,kalau nggak ya mesin bisa jebol atau kerusakan lain nya. Bengkel yang dapat menangani modifikasi ini pun terbilang jarang, sebagian besar adalah bengkel yang biasa menangani mesin mobil modifikasi dengan teknologi FI.

Supercharger

Asin

sumber gambar : planetminis.com

Prinsip kerja supercharger adalah turbin kompresor yang digerakan oleh putaran mesin. Perangkat ini mempunyai 2 buah puley yang dihubungkan dengan rantai atau sabuk belt. Kedua puley ini berada di ujung kruk as mesin dan ujung as turbin kompresor, sehingga putaran mesin dari kruk as bisa memutar turbin kompresor. Supercharger akan lebih aman dan mudah bila diaplikasikan dengan mesin yang mengusung sistem injeksi bahan bakar, tetapi juga bisa diaplikasi dengan mesin berkarburator. Yaitu dengan sistem sucktrough (udara dari karburator dihisap supercharger) ataupun blowtrough (udara dihembuskan supercharger terlebih dahulu ke karburator). Pengaplikasian suckthrough lebih mudah dan aman, karna sistem blowthrough memerlukan modifikasi pada karburator dan sistem penyaluran bahan bakar.

Supercharger  yang dapat diterapkan di motor 250cc kebawah  adalah supercharger copotan mobil yang memiliki  ukuran yang kecil dan spesifikasi yang cocok. Yang paling terkenal  adalah supercharger Aisin AMR 300 yang merupakan copotan dari kei car nya Subaru. Tentu saja perhitungan yang tepat sangat wajib untuk memilih supercharger yang cocok dengan motor yang akan dimodifikasi. Bukan hanya part copotan mobil aja, tapi juga ada supercharger dari produsen aftermarket yang plug n play untuk beberapa motor. Misal nya supercharger untuk beberapa mesin horizontal motor Honda dari  S-Charger ataupun Daytona.  Menarik nya lagi, beberapa produk Daytona dan S-Charger cocok untuk beberapa motor bebek Honda yang banyak beredar di Indonesia! Yang pasti pemasangan supercharger plug n play lebih mudah dan aman daripada Supercharger copotan mobil.

Turbocharger

image_13450714

sumber gambar : mesinbalap.com

Secara prinsip kerja, turbochager atau yang biasa disingkat turbo ini mirip mirip dengan supercharger. Tetapi beda nya turbin kompresor di turbo digerakin oleh hembusan gas buang mesin bukan puley crankshaft mesin layak nya supercharger. Jadi sebelum menuju ujung knalpot ,gas buang diarahkan untuk menggerakan turbin kompresor terlebih dahulu. Turbocharger sendiri memiliki kinerja baik untuk tarikan di putaran atas, sedangkan Supercharger lebih baik di putaran bawah. Karna itu kebanyakan kendaraan untuk keperluan balap sirkuit mengadopsi turbo, sedangkan untuk dragrace kebanyakan mengadopsi supercharger. Turbo dan Supercharger sama sama bisa dipasang dalam set up sucktrough atau blowthrough. Untuk mesin karburator, pemasangan set up sucktrough lebih mudah dan aman daripada blowthrough.

Menurut sepengatahuan penulis ada 3 model turbo yang paling terkenal untuk dipasang di motor 250cc kebawah yaitu IHI RHB 131, IHI VZ 21 dan Garret GT06. Menurut info yang didapat penulis dari otomotifnet.com, harga IHI VZ21 sekitar Rp. 6 jutaan dan 12,8 juta untuk Garret GT06. Oh iya! Untuk memilih turbo harus berdasarkan perhitungan yang tepat supaya mesin nggak jebol atau mengalami kerusakan lain nya. Jumlah oli mesin pun akan lebih banyak daripada sebelum motor dipasangkan turbo. Karna turbo membutuhkan pelumasan dari oli mesin, berbeda dengan supercharger yang biasa nya memakai oli yang terpisah dari oli mesin.

Nitrous Oxide System (NOS)

maxresdefaulkkt

sumber gambar : youtube.com

Nitrous Oxide System atau yang bisa disingkat dengan NOS adalah sistem forced induction yang berbeda dari supercharger atau turbo, karna proses kompresi bukan melwati turbin kompresor melainkan melalui penambahan gas Nitrous Oxide. Jenis sistem NOS sendiri ada 2, yaitu wet system dan dry system. Wet System ialah sistem yang menginjeksikan gas nitrous oxide dengan campuran sedikit bahan bakar ke dalam mesin, sedangkan dry system hanya menginjeksikan gas nitrous oxide saja. Memilih dan memasang NOS sendiri sangat sangat membutuhkan perhitungan yang tepat, karna sangat mungkin gejala mesin jebol apabila pemilihan dan pemasangan kurang tepat. NOS untuk motor 250cc kebawah sangat jarang didapatkan di toko spare part variasi, tetapi bisa aja didapatkan di situs jual beli on line internasional macam Ebay dan Amazon misal nya.

 

Oh iya! Supaya lebih nendang maka ga ada salah nya mengawinkan dish piston ( piston berpermukaan cekung ) dengan mesin yang sudah di modifikasi untuk forced induction. Mengapa? Karna apabila komponen forced induction sudah terpasang, dapat menambah rasio kompresio mesin standar dengan sangat drastis. Sedangkan dish piston ini mempunyai rasio kompresi yang lebih rendah daripada piston standar karna permukaan nya yang cekung. Kelebihan nya? Ya setingan boost dari turbo atau supercharger dapat ditambahkan ke angka yang lebih besar daripada dengan piston standar tanpa khawatir jebol. Sayang nya piston jenis ini jarang yang cocok ukuran nya untuk motor 250cc kebawah yang dipasarkan di Indonesia.

indesssx

 sumber gambar : summitracing.com

Macam Macam Sistem Penggerak Roda Pada Mobil, Truk dan Bus ( Part 5 )

Standar

user849_pic177_1450462900

sumber gambar ; drive.com

Mobil diciptakan berbeda beda berdasarkan model dan manufaktur pembuat nya. Perbedaan mobil bukan hanya yang terlihat di luar nya saja tetapi juga sistem sistem yang bekerja pada sebuah mobil itu sendiri, termasuk sistem penggerak. Model sistem penggerak mobil bermacam macam diantara nya Front Wheel Drive, Rear Wheel Drive, All Wheel Drive, Part time All Wheel Drive ,Full time All Wheel Drive dan auto Auto All Wheel Drive. Beberapa artikel kemaren ,kita sudah membahas hampir semua model sistem penggerak pada mobil. Sekarang saat nya mengakhiri artikel tentang sistem penggerak ,dengan membahas sistem Auto All Wheel Drive!

Auto All Wheel Drive

bmw x drive

sumber gambar ; tokkoro.com

Auto All Wheel Drive sendiri bukan istilah teknis yang resmi ,karena setiap manufaktur mempunyai sebutan dan teknologi tersendiri untuk model sistem penggerak macam ini. Sebut saja BMW dengan X drive, Mercedes dengan 4matic,  Honda dengan Real time AWD dan masih banyak lagi yang merupakan contoh teknologi untuk sistem penggerak model ini. Yang pasti semua teknologi tersebut mempunyai kesamaan yaitu menggerakan semua roda saat dibutuhkan, misal nya saat melewati jalanan bersalju atau terjebak di dalam lumpur.  Biasa nya sistem penggerak model ini sering digunakan pada crossover tapi ada juga yang mengaplikan nya pada sedan atau hatchback. Biasa nya yang menggunakan sistem penggerak model ini adalah mobil mobil untuk jalanan kota tetapi sesekali boleh lah diajak untuk berpergian ke medan jalanan yang buruk seperti tempat tempat wisata yang jarang dijamah orang ,misal nya?

mye4001

sumber ; drive.ca

Sistem penggerak model ini, mempunyai ciri khas nya masing masing yang bergantung pada teknologi teknologi yang diciptakan manufaktur pembuat mobil. VW 4motion pasti berbeda dengan mercedes 4matic. BMW 4matic pasti berbeda dengan Audi I Quatro. Begitupun dengan teknologi teknologi lain yang berhubungan dengan model sistem penggerak ini, semua nya mempunyai perbedaan nya masing masing. Ada yang menjadi FWD saat di jalanan kota, RWD saat di jalanan aspal, masih menjadi AWD saat berakselerasi kencang dan masih banyak lagi yang bergantung pada manufaktur nya.

jqgaqx

sumber ; focaljet forums

Tetapi semua teknologi ini mempunyai komponen yang disebut multiple clutch, yaitu sebuah kopling yang terhubung pada semua roda dan diatur oleh komponen elektronik yang menyebabkan semua roda akan bergerak saat dibutuhkan. Komponen multiple clutch ini juga mirip dengan sistem AWD dengan center differential, beda nya sistem penggerak ini mengharuskan absen nya center differential. Di beberapa mobil, pengemudi juga dapat menyetel secara manual kemampuan mobil sesuai medan jalan.

awd_btn

sumber ; honda worldwide

Mobil mobil yang memakai sistem penggerak ini diantara lain BMW X series, Toyota RAV4, Mercedes GLC, Honda CRV (pasar luar negri), Mercedes GLA, Mercedes GLE, VW tiguan, VW golf (pasar luar negri) dan masih banyak lagi.

Mobil yang bisa diajak ke medan jalanan yang buruk tetapi juga konsumsi bahan bakar irit merupakan kelebihan dari sistem penggerak model ini. Dikarenakan pada saat melalui jalanan mulus hanya menggerakan 2 roda saja dan mayoritas teknologi beberapa manufaktur cuma menggerakan roda depan. Walaupun begitu sistem penggerak ini mempunyai kekurangan yaitu membuat ongkos produksi sangat lah mahal. Kemampuan off road sistem penggerak ini juga bukan lah yang terbaik dari semua sistem AWD. Begitupun dengan daya tahan yang tidak begitu tangguh, karena sangat mengandakan multiple clutch yang dapat aus kapan saja. Perbedaan teknologi tiap manufaktur juga membuat beberapa bengkel sulit mengatasi kerusakan pada sistem penggerak ini.

5f_0qpnq3.jpg

sumber ; auto dir. bg

Beberapa video penjelasan pada teknologi teknologi yang berhubungan dengan sistem penggerak model ini (tersedia hanya dalam bahasa inggris)

Mengenal Macam Macam Sistem Penggerak Roda Pada Mobil ,Truk dan Bus (part 4)

Standar

evoquedefender

sumber gambar ; hertsad.co.uk

Perbedaan mobil bukan hanya bisa diliat dari tampilan luar nya saja. Tetapi bisa juga diliat dari sistem sistem yang menjadi satu kesatuan dalam mobil tersebut ,termasuk sistem penggerak. Sistem penggerak pada mobil sendiri terdiri dari berbagai model, yaitu Front Wheel Drive, Rear Wheel Drive, All Wheel Drive, part time All Wheel Drive, full time All Wheel Drive dan Auto All Wheel Drive. Setelah di artikel sebelum nya kita membahas AWD dengan center differential, sekarang saat nya mengupas Part time AWD dan Full time AWD yang sering ditemui di mobil mobil untuk keperluan off road ekstrim.

Part time All Wheel Drive

fortuner

sumber gambar ; pinterest.com

Part time All Wheel Drive adalah sistem penggerak yang sering ditemui di mobil atau kendaraan berat yang memiliki kemampuan off road yang sangat baik tetapi juga memiliki harga jual yang terjangkau. Sistem penggerak ini memiliki opsi pemilihan gear ratio dan dapat diubah menjadi RWD untuk jalanan kota melalui perangkat yang bernama transfer case. Opsi pemilihan gear ratio nya sendiri  yaitu 2H yang digunakan untuk jalanan kota, N untuk netral, 4H yang digunakan untuk medan off road dan 4L yang digunakan untuk medan off road yang sangat ekstrim.

transfercase

sumber gambar ; cumminsforum.com

Lay out dari sistem penggerak ini seperti layout RWD dengan transfercase untuk menghubungkan gardan depan dan belakang. Jadi setelah tenaga dari mesin disalurkan ke gearbox, harus disalurkan ke transfercase terlebih dulu untuk menggerakan semua roda apabila dibutuhkan. Biasa nya sistem penggerak model ini menggunakan limited slip differential atau pengunci differential pada gardan depan dan belakang. Jadi ,kemungkinan untuk tidak berputar nya salah satu roda saat diajak off road berat sangat dibatasi. Limited slip differential yang dipakai pun macam macam tergantung model mobil, misal nya Pajero sport menggunakan tipe torsen dan Fortuner menggunakan tipe clutch pack. Bukan hanya komponen differential bawaan pabrik, komponen pengunci differential dari aftermarket pun juga lumayan banyak. Salah satu nya yang terkenal ialah ARB Air Locker.

parts4wd.jpg

sumber gambar ; theartofmanliness.com

Contoh kendaraan yang memakai sistem penggerak ini adalah Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, Toyota Hilux, Ford Everest, Suzuki Jimny, Daihatsu Taft, Mitsubishi Strada Triton, Toyota Land Cruiser dan masih banyak lagi. Hampir semua kendaraan yang memakai sistem penggerak ini diperuntukan untuk off road berat, namun ada juga yang tidak diciptakan untuk off road yaitu truk head tractor. Kegunaan sistem penggerak ini pada truk head tractor yang biasa digunakan untuk menarik trailer peti kemas ini bukan untuk off road melainkan untuk menarik beban serta menangani medan tanjakan ekstrim di jalan raya.

Kelebihan dari sistem penggerak ini adalah sistem AWD yang dapat membuat harga jual mobil lebih murah daripada AWD lain nya. Namun kekurangan nya traksi untuk jalanan dalam kota kurang, ya karna hanya menggerakan roda roda belakang saja untuk jalanan dalam kota bukan semua roda.

Full Time All Wheel Drive

LAndRoverDEFENDER

sumber gambar : landrover.com

Sistem penggerak satu ini sering ditemukan di mobil mobil off road yang harga nya lumayan mahal. Ya maklum, karena sistem penggerak model ini menawarkan traksi yang baik saat berkendara di jalanan kota. Traksi yang baik serta kemampuan off road tersebut didapatkan berkat ada nya transfer case yang dipadu center differential. Dalam sistem penggerak model ini ,tenaga yang disalurkan mesin ke gearbox dilanjutkan ke transfer case sebelum menuju center differential. Opsi gear ratio yang disediakan oleh transfercase cuma 4H, 4L dan netral. 4H biasa nya digunakan di jalan raya sedangkan 4L untuk medan off road. Biasa nya mobil mobil yang menggunakan sistem penggerak ini mempunyai pengunci untuk center differential, differential depan dan differential belakang. Baik Part time AWD maupun Full time AWD, penggunci differential dapat di kontrol langsung oleh pengemudi dan hanya digunakan saat off road.

mercedes-benz-g-class-463-g550-differential-lock-buttons

sumber gambar ; AWD wiki

Nilai plus dari sistem penggerak ini ialah traksi yang baik karna dapat menggerakan semua roda nya saat di jalan raya. Berbeda dengan Part time AWD yang malah membahayakan bila menggunakan opsi 4H ataupun 4L di jalan raya. Namun sayang, banyak nya komponen yang ada menyebabkan mobil dengan sistem AWD model ini lebih mahal dibandingkan Part time AWD. Mobil mobil yang mempunyai sistem penggerak ini ialah Land Rover Defender, Mercedes G Wagon, Hummer H3, Lada Niva dan masih banyak lagi.

Macam Macam Sistem Penggerak Roda Pada Mobil ,Truk dan Bus (part 3)

Standar

X5-XC90-Cayenne

sumber gambar ; Evsales.blogspot.com

Mobil mempunyai perbedaan masing masing yang tergantung pada model, manufaktur pembuat nya serta spesifikasi nya. Perbedaan mobil bukan hanya di tampilan luar nya saja ,tapi juga di bagian dalam nya termasuk sistem penggerak. Berbicara tentang sistem penggerak roda,  sistem ini terdiri dari macam macam jenis yaitu Front Wheel Drive, Rear Wheel Drive, All Wheel Drive, Part time All Wheel Drive, Full time All Wheel Drive dan Auto All Wheel Drive. Setelah di artikel artikel sebelum nya kita bahas Front Wheel Drive dan Rear Wheel Drive, sekarang saat nya membahas sistem penggerak semua roda alias All Wheel Drive

All Wheel Drive

1996_Toyota_CelicaGTFourST1851

sumber gambar ; supercars.net

All Wheel Drive atau bisa disebut AWD adalah sistem penggerak roda mobil dimana mesin menggerak semua roda di mobil. All Wheel Drive sendiri sebenar nya punya banyak jenis yang masing masing jenis tersebut tergantung pada tujuan mobil tersebut akan digunakan. Jenis jenis AWD diantara nya adalah AWD dengan center differential, full time AWD, part time AWD dan auto AWD. AWD dengan center differential sendiri adalah AWD yang sering digunakan pada mobil mobil sport dan supercar. AWD ini murni menggerakan ke empat roda. Sedangkan full time AWD dan part time AWD adalah sistem penggerak yang memberikan opsi pemilihan gear ratio lewat transfer case dan biasa  nya ditemui di mobil mobil yang digunakan di medan off road. Dan yang terakhir ,auto AWD adalah sistem penggerak yang hanya menggerakan semua roda saat dibutuhkan, apabila tidak dibutuhkan maka mobil hanya akan menggerakan roda depan atau belakang saja secara otomatis. Nah yang akan kita bahas sekarang adalah sistem AWD dengan center differential

subaru-impreza-wrx-sti-foreground-and-mitsubishi-lancer-evolution-photo-66205-s-986x603

sumber gambar ; caranddrriver.com

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, bahwa AWD dengan center differential adalah sistem penggerak yang menggerakan semua roda dan biasa nya ditemui di mobil sport atau mobil berperforma tinggi lain nya. Center differential adalah spare part penting untuk sistem penggerak ini. Seperti lazim nya fungsi differential lain nya ,fungsi center differential adalah mencegah roda roda agar tidak bergerak pada kecepatan yang sama untuk keamanan saat berbelok tetapi dalam hal ini yang diatur oleh center differential adalah roda depan dan roda belakang. Untuk center differential, setiap manufaktur pembuat mobil memiliki ciri khas nya masing masing. Misal nya Toyota dengan center differential dilengkapi dengan kopling viscous, Audi dengan center differential tipe torsen ataupun Subaru dengan center differential tipe planetary gear dilengkapi kopling viscous.

f9788f02508fea79e03ca6114c8c6632--car-posters-audi-quattro

sumber gambar ; pinterest.com

Setiap manufaktur pembuat mobil mempunyai trade mark tersendiri bagi teknologi mereka untuk sistem penggerak model ini, misal nya Audi dengan Quattro, Subaru dengan DCCD ataupun Mitsubishi dengan S-AWC. Lay out sistem penggerak ini juga macam macam, ada yang memakai mesin membujur, mesin melintang ataupun sistem FWD atau RWD yang diadaptasi menjadi AWD. Yang pasti tenaga dari mesin disalurkan ke gearbox dan disalurkan ke center differential terlebih dahulu sebelum disalurkan ke roda depan dan belakang.

diferencia-de-otros-sistemas

sumber gambar ; subaru.com.pe

Baru baru ini, penggunaan multiplate clutch pada center differential juga mulai marak dalam sistem penggerak model ini. Keuntungan nya adalah pembagian tenaga dari mesin kepada semua roda bisa dibuat sesuai keinginan manufaktur pembuat mobil, bukan hanya membagi 50% tenaga mesin untuk roda depan dan 50% untuk roda belakang seperti mobil mobil 90an dengan sistem penggerak model ini. Selain itu teknologi multiplate clutch dapat memberikan penguncian sementara center differential yang menyebabkan roda belakang dan depan mempunyai kecepatan sama saat akselerasi di jalanan lurus sehingga menghasilkan traksi sangat baik. Beberapa manufaktur juga memberikan opsi dimana pengemudi dapat mengendalikan penguncian center differential sendiri melalui tombol, seperti pada subaru DCCD dan Mitsubishi S-AWC. Ini dikarnakan multiplate clutch adalah perangkat yang dikendalikan secara elektronik.

2008-Mitsubishi-Lancer-Evolution-X-S-AWC-Mode-Shifter-1600x1200.jpg

sumber gambar ; seriouswheel.com

Kelebihan dari sistem penggerak ini adalah traksi mobil yang sangat baik. Traksi yang baik sangat dibutuhkan untuk mobil sport, supercar ataupun mobil berperforma tinggi lain nya, maka tak heran bila hampir semua mobil sport dan supercar menggunakan sistem penggerak model ini. Kelemahan nya adalah biaya yang sangat mahal untuk membuat mobil dengan sistem penggerak model ini.  Walaupun sistem penggerak model ini mempunyai kemampuan off road lebih baik daripada FWD dan RWD, tetapi bukan berarti adalah sistem AWD yang mempunyai kemampuan off road terbaik.

 

Macam Macam Sistem Penggerak Roda Pada Mobil, Truk dan Bus (part 2)

Standar

FwdRwdAwd

sumber gambar ; CarThrottle

Mobil sejati nya memiliki berbagai perbedaan yang tergantung pada model, manufaktur pembuat nya dan tujuan untuk apa mobil tersebut diciptakan. Perbedaan tersebut bukan hanya tampilan luar nya saja, tapi mobil juga memiliki spesifikasi yang berbeda beda termasuk sistem penggerak.

Berdasarkan dari artikel part 1 kemaren, kita mengetahui bahwa sistem penggerak terdiri bermacam macam jenis yaitu Front Wheel Drive, Rear Wheel Drive, All wheel Drive, Part Time All Wheel Drive, Full Time All Wheel Drive dan Auto All Wheel Drive. Di artikel part 2 kali ini, kita akan mengetahui lebih  lanjut tentang Rear Wheel Drive atau sistem penggerak roda belakang.

Rear Wheel Drive

toyota celica GT A20

Rear Wheel Drive atau yang disebut RWD adalah sistem penggerak yang hanya menggerakan roda roda belakang mobil saja. Sistem penggerak ini biasa nya ditemukan pada mobil mobil berperforma tinggi, mobil mewah ,mobil pengangkut barang dan mpv. Sistem RWD juga sangat mumpuni untuk digunakan untuk kompetisi drag dan drift. Sistem penggerak model ini ,biasa nya menggunakan lay out mesin yang membujur dari depan ke belakang yang mentransferkan tenaga nya ke gearbox lalu dilanjutkan ke differential gardan belakang. Tapi bukan berarti semua RWD itu menggunakan mesin dengan layout membujur. Banyak juga mobil dengan sistem penggerak ini yang mempunyai mesin melintang ,diantara nya Renault Twingo GT, Honda NSX generasi pertama, Mercedes Smart Fortwo, Lotus Elise, Toyota MR2 dan masih banyak lagi.

front-engine-rear-drive

sumber gambar ; Howacarworks.com

Kinerja mesin pada RWD lebih ringan daripada sistem penggerak lain nya. Ini bisa dianalogikan dengan seseorang yang mendorong gerobak yang panjang dan berat akan terasa lebih ringan daripada menarik gerobak yang panjang dan berat tersebut. Inilah mengapa, sistem RWD sering digunakan oleh mobil berperforma tinggi, mobil angkut barang dan kendaraan berat seperti truk dan bus. Apalagi mobil mobil tersebut pada umum nya mempunyai torsi ataupun horsepower yang besar, maka akan lebih efisien bila menggunakan sistem penggerak RWD.

Untuk mobil barang dan truk berpenggerak RWD yang mempunyai dua atau tiga buah roda belakang ,biasa nya menggunakan 2 ataupun 3 gardan penggerak yang disebut tandem live axle. Lay out dari Tandem Live Axle ini adalah tenaga dari mesin disalurkan ke gearbox lalu disalurkan lagi ke interaxle differential sebelum ke differential gardan pertama dan gardan kedua. Mengapa harus disalurkan ke interaxle differential dahulu? Ini dikarenakan untuk keamanan kendaraan ketika berbelok, sehingga pergerakan 2 roda belakang gardan pertama dan 2 roda belakang gardan kedua tidak saling mempunyai kecepatan sama saat berbelok. Apabila 2 roda gardan pertama dan 2 roda gardan kedua mempunyai kecepatan sama maka dapat menyebabkan kendaraan tergelincir dan susah dikendalikan. Cara kerja interaxle differential ,seperti lazim nya pada differential biasa adalah menggurangi kecepatan gerak roda apabila roda tersebut kehilangan traksi saat berbelok. Namun ini digunakan untuk ke 2 roda gardan pertama dan ke 2 roda gardan kedua pada tandem live axle, bukan roda kanan dan kiri seperti lazim nya differential biasa.

tandemaxle

sumber gambar ; trucktractor6x4.tpub.com

Untuk daya tahan ,sistem RWD sendiri biasa nya adalah yang terbaik apabila menggunakan layout mesin membujur apalagi  dikombinasikan dengan sistem suspensi solid axle. Sementara untuk sistem RWD yang menggunakan mesin melintang sedikit lebih baik daripada sistem FWD.

Sementara kekurangan sistem RWD adalah komponen yang lebih banyak dari FWD sehingga masih lumayan sulit untuk menekan harga jual mobil berpenggerak RWD. Selain itu RWD juga bukan sistem penggerak terbaik yang bisa membuat mobil mempunyai traksi yang baik. Walaupun RWD lebih mempunyai kemampuan off road mumpuni daripada FWD tapi bukan berarti RWD adalah sistem penggerak terbaik untuk mobil yang di desain untuk menghadapi semua medan jalan.

Mobil yang menggunakan sistem penggerak ini adalah Toyota Avanza, semua mobil pick up, semua bus dan truk, Daihatsu Terios, Mercedes E class, Mercedes C class, BMW seri 3, BMW seri 5, Toyota Kijang Innova, Daihatsu Luxio, Suzuki APV dan masih banyak lagi.

Macam Macam Sistem Penggerak Roda Pada Mobil , Truk dan Bus (Part 1)

Standar

penggerak roda mobil

sumber gambar ; CarThrottle

Mobil sejati nya adalah kendaraan yang hanya terlihat sebagai kendaraan diatas ke empat roda saja. Tapi kalau ditelaah lebih dalam lagi, semua mobil bukan cuma kendaraan diatas  empat roda yang sama. Karena berbagai sistem yang menjadi kesatuan didalam mobil mempunyai perbedaan nya masing masing yang tergantung pada model dan manufaktur pembuat nya. Mulai dari jenis mesin, sistem pengereman, sistem suspensi bahkan sistem penggerak.

Nah berbicara tentang sistem penggerak mobil, tidak semua mobil mengusung sistem penggerak yang sama. Ini tergantung pada model ,kegunaan dan tujuan dari mobil tersebut. Jenis jenis sistem  penggerak roda mobil ini diantara nya adalah front wheel drive (penggerak roda depan), rear wheel drive (penggerak roda belakang), all wheel drive (penggerak semua roda) ,full time all wheel drive, part time all wheel drive dan auto all wheel drive.

Front Wheel Drive

2017-Honda-Civic-Type-R-115-1-626x383

sumber gambar ; caranddriver.com

Jenis penggerak Front Wheel Drive atau bisa disebut FWD ini, biasa nya ditemui pada mobil jenis city car, sedan, crossover, hatchback dan station wagon yang harga jual nya lumayan terjangkau. Walau saat ini banyak juga manufaktur pembuat mobil yang mengaplikasikan sistem penggerak pada mobil berjenis MPV.  Sistem penggerak FWD ini, mesin hanya menyalurkan tenaga kepada kedua roda depan. Biasa nya lay out sistem FWD ini adalah mesin yang diposisikan melintang disalurkan ke gearbox (ruang transmisi) dan differensial yang tergabung dalam transaxle. Tapi gak semua mobil dengan FWD itu mempunyai mesin yang melintang dari kanan ke kiri, tapi ada juga yang membujur dari depan ke belakang contoh nya Wartburg 353 yang berasal dari negara Jerman Timur.

frontwheeldrive

sumber gambar ; Procarcare.com

Kelebihan sistem penggerak ini adalah sedikit nya spare part yang digunakan sehingga harga mobil bisa ditekan, konsumsi bahan bakar bisa lebih irit dibanding sistem penggerak lain nya, mereduksi kehilangan tenaga dari mesin ke roda sehingga tarikan awal lebih baik.  Kekurangan nya? Sistem penggerak ini sering mengalami spin sesaat apabila di medan tanjakan ekstrim dan paling buruk bila dihadapkan dengan medan jalanan yang jelek seperti jalanan didaerah terpencil yang mayoritas jalur non aspal dan off road. Selain itu juga sistem penggerak ini ,mempunyai daya tahan yang terkenal ringkih daripada sistem penggerak lain nya. Ini dikarna kan as roda depan juga harus memikul gaya yang diterima saat roda dibelokan dan gaya yang diterima dari mesin untuk menggerakan roda depan.  Begitupun juga dengan beban dari lay out mesin melintang dan menambahkan gaya yang harus dipikul oleh as roda depan

Mobil mobil yang menggunakan sistem penggerak ini diantara nya adalah Honda Civic, Toyota Yaris, Toyota Vios ,Honda HRV, Honda CRV, Mazda CX series, Honda Jazz, Honda City, Daihatsu Ayla, Suzuki Ignis, Suzuki Baleno,  Toyota CHR dan masih banyak lagi. Untuk MPV yang menggunakan sistem penggerak ini diantara nya adalah Honda Mobilio, Toyota Alphard, Toyota Sienta, Daihatsu Sigra, Mitsubishi Xpander, Nissan Evalia, Nissan Grand Livina, Suzuki Ertiga dan masih banyak lagi.